ASAL-USUL
DANAU SITU BAGENDING
Pada jaman dahulu kala, di sebelah utara kota Garut terdapat
sebuah desa kecil yang kebanyakan penduduknya berprofesi sebagai petani. Desa
tersebut sangat indah dan subur, akan tetapi penduduknya tetap miskin dan
kekurangan. Di desa itu juga, ada seorang perempuan kaya bernama Nyai Endit.

Nyai Endit sangatlah tamak, ia sangat licik. Setiap musim panen
Nyai Endit selalu bergegas untuk membeli semua padi yang ada dan kemudian
menyimpannya. Ketika semua persediaan beras milik warga desa telah habis, ia
kemudian menjual beras tersebut dengan harga yang mahal sampai lima kali lipat.
Hal ini lah yang menyebabkan warga desa menjadi kesulitan ekonomi. Sementara
warga desa kesusahan kehabisan bahan makanan, Nyaindit dan para bawahannya
berpesta pora di rumahnya yang besar.
Pada suatu hari, datangah seorang nenek tua ke desa itu. Ia
menanyakan rumah Nyai Endit kepada salah seorang warga. Ketika ditanyakan
maksudnya berkunjung ke rumah Nyai Endit, ia mengatakan bahwa ia ingin meminta
sedekah kepada Nyai Endit. Orang yang ditanyainya pun memperlihatkan mimik
wajah prihatin dan segera menasehati nenek tua tersebut untuk mengurungkan
niatnya dan mengajak nenek tersebut makan di rumahnya. Tetapi si nenek menolak
dan tetap berkeras untuk pergi ke rumah Nyai Endit. Ia hanya memperingatkan
warga desa untuk segera mengungsi karena akan ada banjir besar.
Nyai Endit terkejut ketika melihat seorang nenek tua berdiri di
depan rumahnya meminta sedekah. Ia kemudian menghardik nenek tersebut dan
mengusirnya dari rumahnya. Sang nenek murka dan mengutuk Nyai Endit. Ia
kemudian menancapkan tongkatnya ke tanah dan berkata bahwa ia adalah jawaban
atas doa warga desa karena kekikiran Nyai Endit. Ketika diusir pergi, nenek tua
itu malah menantang untuk mencabut tongkatnya yang tertancap di tanah, dengan
begitu ia akan langsung pergi. Nyai Endit pun menyuruh bawahannya untuk
mencabut tongkat tersebut dengan sombongnya. Akan tetapi, ketika tongkat
tersebut tercabut dari tanah, munculah semburan air yang sangat deras. Nyai
Endit serta para bawahannya pun tenggelam ketika mencoba menyelamatkan harta
bendanya.
Di desa itu kini terbentuk sebuah danau kecil yang indah. Orang
menamakannya ‘Situ Bagendit’. Situ artinya danau dan Bagendit berasal dari kata
Endit. Beberapa orang percaya bahwa kadang-kadang kita bisa melihat lintah
sebesar kasur di dasar danau. Katanya itu adalah penjelmaan Nyai Endit yang
tidak berhasil kabur dari jebakan air bah.

Situ Bagendit terletak di desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Situ Bagendit merupakan objek
wisata alam berupa danau dengan batas administrasi disebelah utara berbatasan
dengan Desa Banyuresmi, disebelah selatan berbatasan dengan Desa Cipicung,
disebelah timur berbatasan dengan Desa Binakarya, dan disebelah barat
berbatasan dengan Desa Sukamukti.
Aktivitas
wisata yang dapat dilakukan di Situ Bagendit ini antara lain menikmati
pemandangan, mengelilingi danau dengan menggunakan perahu atau rakit. Para
pengunjung juga dapat melakukan kegiatan rekreasi keluarga, menikmati
pemandangan serta kegiatan bersepeda air.
Objek wisata
ini dikelola oleh Bapak Ajan Sobari dengan status kepemilikan berada di tangan
pemerintah daerah yang kewenangannya dilimpahkan kepada Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kabupaten
Garut dan pihak
swasta yaitu Bapak Adang Kurnia. Berdasarkan perda no. 11 tahun 2001 harga
masuk tiket ke kawasan ini Rp. 1.000/orang untuk dewasa dan Rp. 500/orang untuk
anak-anak.

Objek dan
daya tarik wisata alam Situ Bagendit memiliki kualitas lingkungan, kebersihan
dan bentang alam dalam kondisi yang baik. Bangunan-bangunan yang terdapat di
kawasan, baik yang permanen maupun semi permanen, dalam kondisi terawat baik.
Di kawasan ini terdapat pencemaran sampah dan vandalisme berupa coretan di
bangunan dan pohon. Visabilitas di kawasan ini sedikit terhalang, tingkat
kebisingan yang sedang dan terdapat rambu iklan.
Fasilitas
yang tersedia di kawasan ini yaitu penyewaan 60 buah rakit dengan tarif
Rp.25.000/15 menit, 11 buah sepeda air dengan tariff Rp.10.000/15 menit yang
dalam kondisi yang baik. Terdapat pula beberapa bangku taman dan 6 buah shelter
yang disewakan untuk pengunjung dengan harga Rp.3.000/jam. Terdapat juga kereta
api mini dengan tarif Rp.2.000 dan kolam renang dikawasan Situ Bagendit ini.
Suasana di kawasan objek wisata ini tergolong cukup nyaman dikarenakan
pembangunannya sudah direncanakan dengan baik oleh dinas pariwisata namun masih
juga terdapat kios liar dan pedagang kaki lima yang dengan sembarangan
menggelar barang dagangan mereka sehingga tingkat visabilitas di kawasan tersebut
menjadi sedikit terhalang.Objek dan daya tarik wisata Situ Bagendit ini
beroperasi pukul 07.00-17.00. Kondisi bangunan yang terdapat di kawasan ini
dalam kondisi yang baik dengan jenis material bangunan permanen dan semi
permanen dalam tata ruang yang cukup baik dikarenakan pembangunan di kawasan
Situ Bagendit ini sudah direncanakan dengan baik. Dikawasan objek dan daya
tarik wisata Situ Bagendit ini kualitas lingkungan, kebersihan dan bentang
alamnya dalam kondisi yang baik.di kawasan ini terdapat pencemaran sampah dan
vandalisme berupa coretan di bangunan dan pohon yang disebabkan oleh
pengunjung.Visabilitas di kawasan ini sedikit terhalang, tingkat kebisingan
yang sedang dan sedikit terdapat rambu iklan.

Sumber daya
listrik di kawasan ini berasal dari PLN dengan voltase 220 volt dan distribusi
yang cukup. Sumber daya air bersih di kawasan ini berasal dari sumur dan PDAM
dengan kualitas air yang jernih, rasa air yang tawar, dan bau air yang normal.
Terkadang terdapat kendala pemanfaatan air di kawasan Situ Bagendit yaitu
apabila musim kemarau air disekitarnya menyurut. Sistem pembuangan limbah di
kawasan ini yaitu melalui septic tank, selokan dan melalui sistem irigasi.
Kawasan wisata Situ Bagendit ini juga memiliki sistem komunikasi berupa telepon
dalam jumlah yang kurang memadai. Terdapat pula jalan setapa dikawasan Situ
Bagendit ini yang panjangnya ?b 50m. di depan kawasan Situ Bagendit
terdapat tempat parkir dengan luas 1400 m2 dengan daya tampung 30 bus, 60
kendaraan pribadi dan 180 kendaraan bermotor dalam kondisi yang cukup baik
dengan lapisan permukaan berupa tanah, namun vegetasi peneduhnya kurang
memadai. Terdapat sebuah pos tiket yang juga berfungsi sebagai pintu masuk
dalam kondisi yang cukup baik.terdapat pula sebuah toilet umum dalam kondisi
bangunan dan kebersihan yang cukup. Dikawasan ini terdapat taman bermain dengan
vegetasi peneduh dan dalam kondisi yang cukup. Terdapat tempat ibadah berupa
Mushola dan juga terdapat 10 buah tempat sampah dikawasan wisata Situ Bagendit.
Jarak kawasan wisata Situ Bagendit ini dari pusat kota Garut yaitu 4 km. Terdapat angkutan umum
berupa angkot jurusan Terminal Guntur-Kp.Mengger dan Garut-Limbangan dengan tarif Rp.1.500 dan
ojeg dengan tariff Rp.2.000.Kualitas pemandangan dan tingkat keamanan sepanjang
jalan di kawasan objek dan daya tarik wisata ini cukup baik.jumlah karyawan di
objek dan daya tarik wisata Situ Bagendit ini yaitu 6 orang. Pengunjung yang
berkunjung ke objek wisata ini perbulannya mencapai 400-600 orang. Pengunjug
tersebut biasanya berasal dari Garut, Sukabumi, Tasikmalaya, Bogor,Bandung dan Jakarta.
KOTAGAJAH,
06-11-2014
Penyusun
ASA
KAWISWORO DARIS
0 komentar:
Posting Komentar